, ,

Kelompok Bersenjata Bakar Bangunan SMP di Kiwirok Aparat Terlibat

by -792 Views
cek disini

NEWS BOTAWA– Situasi keamanan di wilayah pegunungan Papua kembali memanas. Sebuah bangunan lama milik SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, dilaporkan dibakar oleh kelompok sipil bersenjata (KSB) yang diduga berasal dari Kodap XV Ngalum Kupel. Insiden itu terjadi pada Selasa (14/10/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIT, dan memicu kontak tembak antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa aksi pembakaran tersebut terpantau langsung oleh tim Satgas melalui pengawasan di lapangan. Begitu menerima laporan adanya aktivitas mencurigakan, aparat gabungan TNI-Polri segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penindakan cepat.

“Sekitar pukul 06.00 WIT, hasil pemantauan mengamati adanya tujuh orang bersenjata api membakar bangunan lama SMP Negeri Kiwirok. Merespons kejadian tersebut, personel Satgas Ops Damai Cartenz bergerak menuju lokasi,” ujar Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya.

Kontak Tembak Pecah di Dekat Bandara Kiwirok

Sekitar pukul 07.20 WIT, saat tim gabungan tiba di area ujung Bandara Kiwirok, terdengar satu kali letusan tembakan dari arah lokasi pembakaran. Bentrokan pun tidak dapat dihindari. Aparat keamanan segera melakukan perlawanan dan terlibat kontak tembak intens dengan kelompok bersenjata tersebut.

“Tim gabungan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata ke arah Kampung Kotobib,” jelas Faizal.
“Setelah memastikan situasi aman, tim kemudian menuju lokasi pengungsian di Balai Desa Polobakon untuk memberikan imbauan keamanan dan menenangkan warga.”

Aparat memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari pihak masyarakat maupun aparat dalam insiden tersebut. Sementara itu, bangunan lama SMP Negeri Kiwirok yang menjadi sasaran pembakaran hangus terbakar, menyisakan puing-puing yang kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Serangan terhadap Sekolah, Bentuk Kekerasan Tak Berperikemanusiaan

Faizal mengecam keras aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan tersebut. Menurutnya, tindakan itu merupakan bentuk teror dan kejahatan kemanusiaan yang menargetkan masa depan anak-anak Papua.

Lagi-lagi, Dunia Pendidikan Jadi Korban Ulah KKB di Papua - Tribun-papua.com

Baca Juga: Papua Masuk Nominasi TPAKD Award 2025 Bukti Kemajuan Ekonomi

“Menyerang fasilitas pendidikan adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Sekolah adalah tempat anak-anak Papua belajar, bermimpi, dan menatap masa depan. Mereka tidak pantas menjadi korban konflik bersenjata,” tegasnya.

Ia menambahkan, aparat keamanan akan meningkatkan pemantauan dan patroli di wilayah Kiwirok agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Satgas juga memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang masih tinggal di area rawan gangguan keamanan.

Situasi Kiwirok Terkendali, Aparat Terus Pantau Pergerakan KKB

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengungkapkan bahwa situasi di Distrik Kiwirok kini sudah dapat dikendalikan. Aparat gabungan TNI-Polri tetap siaga di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan dari kelompok bersenjata.

“Kami memastikan kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali. Satgas Damai Cartenz bersama TNI terus memantau pergerakan mereka, terutama di wilayah perbatasan Kiwirok yang rawan menjadi jalur keluar masuk kelompok bersenjata,” tutur Adarma.

Selain pengamanan fisik, aparat juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan. “Kami terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar masyarakat tidak takut dan tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.