NEWS BOTAWA– Pemerintah Kabupaten Tolikara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan generasi emas Papua melalui dua program unggulan di bidang kesehatan dan pendidikan. Komitmen itu diwujudkan lewat peluncuran Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Program Sarapan Sehat Anak Sekolah (Sarasehans), yang dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos.
Kegiatan launching berlangsung meriah dan penuh semangat di empat distrik — Anawi, Wugi, Kubu, dan Yali. Pusat kegiatan Program Sarasehans digelar di Distrik Anawi, sementara Program 1000 HPK dipusatkan di Distrik Wugi. Ribuan masyarakat dari empat distrik memadati lokasi acara, menandakan tingginya antusiasme warga terhadap dua program prioritas tersebut.
Dua Program Strategis untuk Masa Depan Generasi Tolikara
Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan salah satu program unggulan yang menitikberatkan pada pemberian gizi optimal bagi bayi sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Masa ini disebut sebagai “periode emas” yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
Sementara itu, Program Sarasehans (Sarapan Sehat Anak Sekolah) bertujuan menanamkan kebiasaan makan pagi yang sehat bagi pelajar di Tolikara. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak datang ke sekolah dalam kondisi kenyang, sehat, dan siap belajar dengan penuh semangat.
Bupati Willem Wandik: “Pembangunan Manusia Dimulai dari Sejak Dini”
Dalam sambutannya, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa pembangunan manusia Tolikara harus dimulai dari fondasi paling dasar: kesehatan dan gizi anak.

Baca Juga: Pemuda Papua Serukan Rekonsiliasi KNPI Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Penyatuan
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh rakyat Tolikara,” tambahnya.
Peluncuran dua program tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan daerah dan tokoh penting, antara lain:
Asisten I Sekda Tolikara Samuel Kogoya, SH., MM., M.Ak., Asisten II Sekda Dr. Imanuel Gurik, SE., M.Ec.Dev., Asisten III Sekda Yohanes Mantong, S.E., Ketua DPRK Meinus Y. Wenda, S.IP., Anggota DPR Papua Pegunungan Yermien Tabo, S.IP., Kepala Dinas Kominfo Derwes W. Yikwa, S.Sos., Ketua Harian KONI Tolikara Muru Wenda, S.Sos., dan Kepala Dinas Kesehatan Elius Enumbi, S.Kep., M.Kep.
Hadir pula para kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda dari empat distrik. Kehadiran mereka mempertegas bahwa program ini mendapat dukungan lintas sektor — baik dari unsur pemerintahan, legislatif, maupun masyarakat adat.
Peran Keluarga Jadi Kunci
Asisten I Sekda Tolikara, Samuel Kogoya, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam keberhasilan program pendidikan dan kesehatan anak.
“Orang tua harus memastikan anak-anak berangkat sekolah setiap hari, mendampingi mereka belajar di rumah, dan memperhatikan asupan gizi. Pendidikan dan gizi tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan membangun generasi emas Tolikara membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.





