Bupati Waropen Genjot Pengaktifan Kembali Bandara Petrus Simonapendi Botawa untuk Dorong Perekonomian Daerah
News Botawa – Bupati Kabupaten Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, menyatakan komitmennya untuk mengaktifkan kembali Bandara Petrus Simonapendi Botawa, yang sempat vakum sejak beberapa tahun terakhir. Rencana ini termasuk melengkapi berbagai sarana pendukung di sekitar lapangan terbang guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penerbangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Bandara merupakan pintu gerbang perekonomian karena menjadi titik temu transportasi udara dan darat. Oleh sebab itu, kami Pemkab Waropen berkomitmen mengaktifkan kembali bandara ini,” ujar Fransiscus kepada ANTARA di Jayapura, Jumat (tanggal).
Kondisi Bandara dan Rencana Pengembangan
Menurut Fransiscus, pihaknya bersama instansi terkait saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Bandara Petrus Simonapendi Botawa. Beberapa kekurangan yang ditemukan, seperti fasilitas navigasi, lampu landasan pacu, dan sarana keselamatan darurat, menjadi fokus perbaikan agar bandara bisa dioperasikan secara aman dan lancar.
Bandara ini pertama kali mulai beroperasi pada tahun 2015, namun beberapa kendala teknis dan administratif menyebabkan bandara tersebut vakum selama beberapa tahun terakhir. Pengaktifan kembali bandara diyakini akan menjadi penggerak utama pembangunan infrastruktur, mendorong investasi di sektor real estat, serta meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak dan retribusi jasa transportasi.
“Dengan keterbukaan akses transportasi udara, masyarakat Waropen dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan perdagangan, termasuk distribusi bahan pokok dan komoditas lokal,” jelas Fransiscus.
Manfaat Ekonomi dan Sosial
Pemkab Waropen menekankan bahwa bandara bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan motor penggerak ekonomi lokal. Aktivasi Bandara Botawa akan memudahkan pelaku usaha kecil dan menengah untuk memasarkan produk unggulan lokal, seperti hasil pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan ke pasar regional maupun nasional.
Selain itu, kehadiran bandara diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan menarik investor untuk menanamkan modal di Waropen. Fasilitas bandara yang memadai juga akan mendukung sektor pariwisata, mengingat keindahan alam dan budaya Papua yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.
Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur Pendukung
Untuk memastikan keberhasilan proyek ini, Pemkab Waropen telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kementerian Perhubungan, dan pihak swasta dalam membangun fasilitas pendukung bandara, termasuk akses jalan darat yang menghubungkan bandara dengan pusat kota dan pelabuhan terdekat.
Bupati Fransiscus menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya akan berhenti pada pengaktifan bandara, tetapi akan terus dilanjutkan dengan pemeliharaan rutin dan modernisasi fasilitas agar bandara dapat memenuhi standar keselamatan nasional maupun internasional.
“Ke depan, Bandara Petrus Simonapendi Botawa diharapkan menjadi simbol keterbukaan dan kemajuan Waropen, yang menghubungkan masyarakat dengan seluruh wilayah Papua dan Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata,” tutup Fransiscus.
Dengan langkah ini, Pemkab Waropen menegaskan komitmen jangka panjang untuk meningkatkan aksesibilitas, memperkuat ekonomi lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh distrik Waropen.





