NEWS BOTAWA– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah, masyarakat, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga komunitas ojek online Papua Selatan untuk menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong-Merauke. Pertemuan berlangsung di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (8/9), dan dihadiri jajaran pimpinan TelkomGroup bersama perwakilan berbagai pemangku kepentingan dari Papua Selatan.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, didampingi oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna, Direktur Planning & Operation PT Telkom Infrastruktur Indonesia Suharyoto, serta sejumlah senior leaders TelkomGroup.
Telkom Tegaskan Komitmen Pulihkan Konektivitas Nasional
Dalam paparannya, Awaluddin menegaskan bahwa Telkom tidak hanya bertugas menyediakan layanan telekomunikasi, tetapi juga mengemban tanggung jawab strategis menjaga konektivitas digital yang merata di seluruh pelosok Indonesia.
“Dari Sabang sampai Merauke, kami memastikan masyarakat mendapatkan akses digital yang setara. Untuk kasus gangguan SKKL ini, Telkom telah mengerahkan seluruh sumber daya dan membentuk Crisis Management Team (CMT) yang bekerja lintas fungsi, serta menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Awaluddin.
Ia menambahkan, percepatan pemulihan kabel laut menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat dan perekonomian di Papua Selatan dapat kembali normal.
Progres Pemulihan: Merauke, Timika, dan Kaimana Sudah Normal
Sementara itu, Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, memaparkan perkembangan teknis di lapangan. Ia menjelaskan bahwa layanan di wilayah Merauke, Timika, dan Kaimana sudah kembali normal setelah pemulihan ruas kabel laut Timika–Merauke berhasil diselesaikan.

Baca Juga: Warga Sipil Tewas di Polsek Dekai Polda Papua Turunkan Propam untuk Investigasi
Namun pekerjaan belum selesai sepenuhnya. Saat ini, tim teknis Telkom tengah fokus mengerjakan pemulihan kabel laut pada ruas Sorong–Fakfak. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada 14 September 2025.
“Dalam proses pemulihan, ada tahapan teknis tertentu yang bisa menyebabkan penurunan kualitas layanan secara sementara, baik untuk fixed maupun mobile broadband. Misalnya, akan ada potensi gangguan layanan pada 9 September pukul 23.00 hingga 10 September pukul 11.00 (sekitar 12 jam), serta pada 12 September pukul 23.00 hingga 14 September pukul 17.00 (sekitar 41 jam),” jelas Nanang.
Apresiasi Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Pemerintah daerah Papua Selatan memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Telkom. Pj. Sekretaris Daerah Papua Selatan, Drs. Maddaremmeng, M.Si., menyampaikan bahwa audiensi ini menunjukkan keseriusan dalam menangani permasalahan konektivitas.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota DPD RI Komite IV Provinsi Papua Selatan, Rudi Tirtayana, serta Wakil Ketua II DPR Papua Selatan, Viktorianus Ohoiwtun, dan Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah. Mereka menekankan pentingnya pemulihan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Dari sisi masyarakat, aspirasi juga datang dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga komunitas ojek online. Mereka menegaskan bahwa internet kini sudah menjadi kebutuhan primer untuk belajar, berusaha, maupun menjalankan layanan transportasi daring.






