, ,

Mahasiswa Papua Gelar Aksi Tolak Investasi dan Militerisasi di Lingkaran Abepura

by -896 Views
cek disini

NEWS BOTAWA– Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua (AMPPTAP) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura. Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap investasi skala besar dan militerisasi yang dinilai semakin mempersempit ruang hidup masyarakat adat di Tanah Papua.

Sejak pagi, massa aksi mulai berkumpul di beberapa titik strategis, seperti Perumnas III Waena dan Gapura Uncen Bawah, sebelum bergabung menjadi satu di Lingkaran Abepura. Sekitar pukul 10.00 WIT, arus mahasiswa yang mengenakan atribut merah-hitam khas pergerakan Papua mulai memenuhi ruas jalan utama, membuat lalu lintas dari arah Abepura menuju Sentani maupun sebaliknya tersendat.

Di tengah teriknya matahari, para mahasiswa duduk melingkar di badan jalan sambil membentangkan spanduk dan poster dengan berbagai tulisan perlawanan, seperti “Tolak Investasi, Selamatkan Tanah Papua”, “Stop Militerisasi di Tanah Adat”, dan “Papua Bukan Tanah Kosong untuk Eksploitasi”.

Orasi dan Seruan Perlawanan

Suasana aksi penuh semangat. Satu per satu perwakilan mahasiswa naik ke atas mobil komando untuk berorasi. Mereka menyuarakan kegelisahan atas kebijakan pembangunan yang dinilai hanya menguntungkan pihak luar dan merugikan masyarakat adat.

Salah satu orator dari AMPPTAP menegaskan bahwa rakyat Papua sudah terlalu lama menjadi korban kebijakan investasi yang tidak berpihak.

“Orang Papua sudah tahu tipu daya negara kolonialisme Indonesia yang menggunakan alasan krisis energi dan pangan. Itu hanya slogan kosong untuk melancarkan proses akumulasi modal. Semua investasi itu berujung pada perampasan tanah adat dan penderitaan rakyat Papua,” ujarnya lantang di tengah sorakan dukungan massa.

Pengamanan Ketat Aparat

Aksi ini berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian. Puluhan petugas dari Polresta Jayapura Kota terlihat berjaga di setiap sudut jalan, mengatur arus lalu lintas, dan memastikan situasi tetap kondusif.

Sejumlah kendaraan taktis dan mobil dinas kepolisian disiagakan di sekitar Tugu Lingkaran Abepura. Meskipun kehadiran aparat cukup kuat, aksi berlangsung damai dan tertib. Beberapa perwakilan mahasiswa bahkan tampak berkomunikasi dengan petugas lapangan untuk menjaga jalannya demonstrasi agar tidak menimbulkan benturan.

Mahasiswa di Jayapura Gelar Aksi Tolak Investasi dan Militer se-Tanah Papua - Tribun-papua.com

Baca Juga: Pengemudi Logistik Papua Tengah dengan Pemprov Keluhkan Jalan Rusak dan BBM Langka

“Kami tetap memberikan ruang demokrasi bagi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan pendapat. Namun kami imbau agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan provokatif,” ujarnya singkat.

Tuntutan: Stop Eksploitasi dan Kekerasan di Papua

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di akhir orasi, AMPPTAP menegaskan empat poin utama tuntutan mereka:

  1. Menolak segala bentuk investasi dan eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua yang tidak melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

  2. Menghentikan militerisasi di wilayah adat Papua, terutama di daerah-daerah yang sedang terjadi konflik agraria dan pembangunan proyek strategis nasional.

  3. Mendorong pemerintah pusat untuk membuka ruang dialog damai dengan masyarakat Papua tanpa kekerasan.

  4. Menuntut penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat Papua, termasuk hak atas tanah, budaya, dan kehidupan yang bermartabat.

“Investasi bukan untuk kesejahteraan, tapi untuk mengeruk kekayaan Papua,” teriak salah satu orator perempuan di tengah aksi.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.