NEWS BOTAWA– Ketegangan di medan perang Ukraina–Rusia kembali merembet ke infrastruktur vital. Jalur kereta api Rusia, yang selama ini menjadi urat nadi logistik militer Moskow, diguncang rangkaian ledakan dan kecelakaan yang diduga kuat sabotase. Akibatnya, tiga anggota Garda Nasional Rusia dilaporkan tewas, sementara seorang masinis meninggal dalam insiden terpisah.
Ledakan di Oryol: Garda Nasional Jadi Korban
sebuah ledakan keras mengguncang jalur kereta di wilayah Oryol, Rusia barat. Menurut laporan media setempat, tiga anggota Garda Nasional Rusia yang sedang berjaga di sekitar rel tewas di tempat.
Sumber dari intelijen militer Ukraina kepada AFP mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. “Target kami jelas: jalur logistik Rusia yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan bahan bakar ke garis depan,” ujar sumber tersebut.
Kyiv menegaskan, Rusia selama ini memanfaatkan jaringan rel yang luas untuk memasok tentaranya yang berperang di Ukraina, khususnya di wilayah Kharkiv dan Sumy. “Hancurnya infrastruktur ini akan memicu kesulitan logistik yang signifikan bagi Moskow,” tambahnya.
Kereta Anjlok di Leningrad, Masinis Tewas
Belum reda dari ledakan di Oryol, Minggu dini hari (15/9), tragedi kembali terjadi. Sebuah lokomotif diesel tunggal anjlok di dekat stasiun Semrino, distrik Gatchina, Leningrad. Gubernur Alexander Drozdenko mengonfirmasi, seorang masinis terjebak di kabin dan meninggal dunia meski sempat dievakuasi ke ambulans.
Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan gerbong terguling beberapa meter dari rel, dengan bagian bawah hancur. Meski belum terverifikasi, video itu memperkuat dugaan adanya unsur sabotase.
Di hari yang sama, insiden lain terjadi: kereta barang dengan 15 gerbong tangki kosong tergelincir di jalur antara desa Stroganovo dan Mshinskaya. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca Juga: Sidang MK Papua Mantan Ketua KPU Soroti Partisipasi Pemilih Lebih dari 100 Persen
Menariknya, meski intelijen Ukraina mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan di jalur kereta, mereka membantah terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan masinis Rusia. “Itu bukan operasi kami,” kata sumber dari Kyiv.
Kendati demikian, pihak Rusia kian curiga. Moskow menuding Ukraina berada di balik rangkaian sabotase yang terus menghantam jaringan kereta api mereka, mulai dari ledakan, anjlokan, hingga kebakaran misterius.
Sabotase Jadi Strategi Perang
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, jalur kereta api menjadi target strategis. Pasalnya, Rusia sangat bergantung pada moda transportasi ini untuk menggerakkan pasukan, tank, hingga bahan bakar ke garis depan.
Kyiv, yang kekuatan militernya lebih terbatas, menempuh strategi asimetris: menyerang logistik, bukan hanya pasukan. “Serangan terhadap infrastruktur bukan sekadar simbolis. Ini bisa melumpuhkan jalur suplai Rusia,” kata analis militer Barat yang dikutip AFP.
Rangkaian serangan ini memperlihatkan bahwa perang tak lagi terbatas di wilayah perbatasan. Dari Oryol hingga Leningrad, jantung infrastruktur Rusia kini rentan terguncang.
Bagi Moskow, ini bukan hanya kerugian material, melainkan juga pukulan psikologis: bahwa lawan dapat menembus jauh ke dalam wilayahnya.
Sementara itu, bagi Kyiv, klaim-klaim keberhasilan ini menjadi bahan propaganda yang memperlihatkan kemampuan mereka untuk melemahkan raksasa militer Rusia dengan cara yang cerdas dan terukur.




